Pages

Rabu, 16 November 2011

Janji Main Serius, RD Waspadai No 10 Malaysia

Pelatih Timnas SEA Games, Rahmad Darmawan mengaku akan tetap serius menghadapi pertandingan melawan Malaysia, Kamis 17 November 2011. Pria yang akrab disapa RD itu berjanji tidak akan melepas duel terakhir di babak penyisihan Grup A ini meski Indonesia telah memastikan lolos ke semifinal.

Tim Garuda Muda lolos setelah berhasil mengemas kemenangan pada tiga laga grup. Sedangkan Malaysia setidaknya wajib meraih hasil imbang agar bisa menyusul langkah tuan rumah.

"Kami akan tetap serius menghadapi pertandingan melawan Malaysia. Kami tidak akan lepas pertandingan itu," ujar RD.

RD menyebut keputusannya tetap bermain serius sudah melalui pertimbangan yang masak. Itu termasuk mempertimbangkan kesiapan Indonesia menghadapi semifinal yang akan digelar pada Sabtu 19 November 2011.

Laga itu digelar dua hari setelah laga terakhir grup. Artinya, Tim Merah Putih hanya punya waktu istirahat sehari saja.

"Tentu, kami mempertimbangkan pertandingan semifinal. Tapi, bukan begitu juga caranya (melepas laga lawan Malaysia)," ungkap pelatih yang sempat menangani Sriwijaya FC dan Persija Jakarta itu.

Mengenai permainan Malaysia, RD sudah mengamati calon lawan timnya itu. Menurutnya, kemampuan Harimau Malaya Muda cukup merata di semua lini. Namun, RD mengaku sangat mewaspadai pemain bernomor punggung 10 alias kapten Malaysia, Bakhtiar Baddrol.

"Malaysia merata di semua lini, tapi yang patut diwaspadai adalah nomor 10," jelas RD.

Bakhtiar piawai memainkan tempo dan ritme permainan Malaysia. Selain itu, ia juga produktif dengan mencetak tiga gol bagi Malaysia.

Indonesia dipastikan menjadi juara Grup A jika tak kalah saat melawan Malaysia. Calon lawan di semifinal dari wakil Grup B yakni antara Vietnam dan Myanmar.

Dari Grup B belum diketahui juara maupun runner up grup karena Vietnam masih menjalani laga terakhir melawan Laos, Kamis 17 November 2011. Untuk sementara Myanmar berada di puncak klasemen Grup B.
Selasa, 15 November 2011

Dihantam Iran 1-4, Indonesia Masih Tanpa Poin

Jakarta - Indonesia lagi-lagi gagal memetik poin dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2014. Di kandangnya sendiri, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (15/11/2011) malam WIB, Firman Utina cs dihantam 1-4.

Ini menjadi kekalahan kelima Indonesia dari lima pertandingan yang sudah dilalui. Sama sekali tak punya poin, 'Pasukan Merah Putih' belum beranjak dari posisi juru kunci klasemen Grup E.

Sementara Iran kini berdiri di ambang kelolosan, dengan mengumpulkan 11 poin dan duduk di puncak klasemen. Skuad besutan Carlos Queiroz akan dapat tiket ke fase berikutnya andai Qatar (posisi dua, poin 8) paling tidak bermain imbang dengan Bahrain (posisi tiga, poin 5) dalam laga yang akan dilangsungkan malam nanti.

Indonesia ketinggalan tiga gol lebih dulu melalui gol-gol yang dibuat Milad Midavoodi, Mojtaba Jabari dan Gholam Reza Rezaei, sebelum Bambang Pamungkas mencetak gol untuk menutup babak pertama dengan skor 1-3. Permainan tuan rumah sesungguhnya jauh lebih baik di babak kedua, namun Iran malah mampu menambah satu gol lagi melalui penalti Javad Nekounam.

Jalannya Pertandingan

Iran membuka keunggulan saat laga baru berjalan tujuh menit. Memanfaatkan kesalahan pemain bertahan Indonesia, Milad Midavoodi menusuk sendirian ke kotak penalti dan melepaskan tembakan mendatar ke sisi kanan. Hendro Kartiko tak sampai menjangkau bola yang bergulir masuk ke gawangnya.

Di menit 19 Iran berhasil menambah keunggulan. Lolos dari jebakan offside Ghazali Najafabadi Mohammad dengan tidak egois melepas umpan ke tengah kotak penalti saat ruang geraknya ditutup Hendro. Mojtaba Jabari yang menusuk dari tengah mendapat bola tersebut dan dengan mudah menjebol gawang Indonesia yang sudah tak terkawal.

Sebuah kesalahan pemain Indonesia kembali berujung lahirnya gol Iran di menit 25. Kali ini Hendro yang gagal menangkap bola di kotak penalti, kalah dalam perebutan bola kiper senior itu harus rela melihat gawangnya dijebol oleh Gholam Reza Rezaei.

Dua menit sebelum turun minum Indonesia menyamakan kedudukan melalui Bambang Pamungkas. Tandukan Bepe meneruskan umpan Syamsul Arief mengalir deras ke gawang tanpa bisa dihalau kiper Mahdi Rahmati. Indonesia 1 Iran 3.

Di babak kedua Wim melakukan dua pergantian sekaligus: Firman Utina dan Benny Wahyudi masuk menggantikan Fandy Mochtar dan Mahyadi Panggabean. Keputusan ini membuat permainan Indonesia jadi lebih hidup.

M Ridwan menusuk di sisi kiri saat laga masuk menit 52. Dia berhasil melepas umpan ke tiang jauh, sayangnya di sana sama sekali tak ada teman untuk menyambar bola. Tak lama berselang Firman Utina juga membuang kesempatan saat dia gagal menguasai bola dengan sempurna dan malah terjatuh di kotak penalti lawan.

Saat serangan yang dibangun tak kunjung berbuah gol, gawang Hendro Kartiko malah kembali bobol di menit 72. Gol yang mengubah kedudukan menjadi 1-4 tersebut datang dari eksekusi penalti.

Wasit menunjuk titik putih menyusul pelanggaran yang dilakukan Benny Wahyudi di kotak terlarang. Javad Nekounam yang maju sebagai eksekutor menuntaskan tugasnya dengan sempurna untuk menjebol gawang Hendro Kartiko.

Skor 1-4 tersebut bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Susunan Pemain:

1. Hendro Kartiko, 5 Fandy Mochtar ('45 Firman Utina ), 8 Hariono, 9 Cristian Gonzales, 10 Syamsul Arif (M Ilham '69), 13 Wahyu Wijiastanto, 14 Mahyadi Panggabean ('45 Benny Wahyudi), 20 Bambang Pamungkas, 21 Supardi, 22 Muhammad Ridwan, 23 Hamka

1 Mahdi Rahmati, 2 Hossein Mahini, 3 Ehsan Haji Safi, 4 Jalal Hosseini , 5 Hadi Aghili, 6 Javad Nekonam, 7 Milad Midavoodi, 11 Gholam Reza Rezaei, 14 Anderanik Teymourian, 16 Mojtaba Jabari, 20 Ghazali Najafabadi Mohammad

http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2011/11/15/200151/1768079/76/dihantam-iran-1-4-indonesia-masih-tanpa-poin?b99110170
Senin, 14 November 2011

BP Puji Timnas U-23

Penampilan impresif yang ditunjukkan oleh Skuad Garuda Muda, mendapat apresiasi tinggi dari Kapten Timnas Indonesia, Bambang Pamungkas, pria yang akrab dipanggil Bepe ini mengaku sangat mengapresiasi hasil positif timnas Garuda Muda yang lolos ke babak semifinal SEA Games 2011.

Hanya saja, pemain Persija Jakarta itu mengimbau kepada semua pemain untuk tidak ce...pat berbesar hati karena langkah untuk merebut medali emas yang ditargetkan masih panjang.

"Semangat Timnas U-23 memang luar biasa. Selain mampu lolos ke semifinal, mereka juga mampu mengembalikan euforia masyarakat terhadap timnas," ujar Bepe di sela manager meeting Pra Piala Dunia 2014, Senin (14/11).

Menurut dia, hasil positif yang diraih oleh Garuda Muda ini harus dilalui dengan proses yang panjang. Apalagi pada babak penyisihan timnas harus berhadapan dengan juara bertahan serta beberapa negara yang selama ini kemampuannya di atas Indonesia.

"Semua tahu, dengan keberhasilan ini banyak kalangan menyoroti termasuk media. Saya berharap media jangan mengekspos besar-besaran, sama saat timnas senior berlaga di Piala AFF lalu," tegas pemain Persija Jakarta ini.

Indonesia memang menghadapi tim-tim kuat di kawasan Asia Tenggara ini, meski hanya Kamboja yang dinilai kualitasnya masih di bawah Indonesia. Namun, skuad asuhan Rahmad Darmawan ini tetap mampu mengalahkan lawan-lawannya, Indonesia berhasil menghancurkan Kamboja dengan 6-0, Singapura 2-0 dan Thailand 3-1.

"Mari kita support secara wajar. Jika sudah mampu merebut medali emas silahkan mengekspos besar-besaran," tandas pemain yang telah mengabdikan diri selama 12 tahun untuk Indonesia ini.

Hadapi Iran, Indonesia Targetkan Poin Penuh

Meski berat, namun Timnas Indonesia tetap membidik poin penuh pada laga kandang terakhir Pra Piala Dunia 2014 melawan Iran di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Selasa (15/11).

"Pertandingan ini adalah kesempatan untuk mencuri poin. Kami akan berusaha semaksimal mungkin. Pokoknya jangan sampai kami kalah pada pertandingan nanti," ujar Asisten... Pelatih Timnas, Liestiadi setelah pertemuan manajer di Hotel sahid Jakarta.

"Kami harus memanfaatkan peluang ini. Kami berharap semua pemain bias bermain maksimal yang meraih hasil yang terbaik," tambahnya.

Timnas Indonesia sebelum menghadapi Iran telah mengalami kekalahan cukup telak 0-4 dari tuan rumah Qatar. Kondisi itu jelas mempengaruhi kondisi pemain saat menghadapi Iran di kandang sendiri.

Beberapa pemain kunci saat menghadapi Qatar dikabarkan mengalami cedera sehingga harus digantikan dengan pemain lain. Pemain yang mengalami cedera adalah Cristian Gonzales dan penjaga gawang Ferry Rotinsulu.

"Makanya kami tidak menurunkan mereka saat melawan Qatar. Kami berharap semua pemain sudah siap saat menghadapi Iran," jelasnya.

Sementara itu kapten timnas Indonesia, Bambang Pamungkas mengaku akan memberikan kemampuan terbaiknya saat menghadapi Iran. Pertandingan ini merupakan peluang Indonesia untuk lebih baik meski peluang lolos ke babak berikutnya telah tertutup.

"Ini pertandingan kandang terakhir. Kami harus mampu mendapatkan poin," kata pemain yang telah 12 tahun memperkuat timnas Garuda itu.

Pria yang akrap dipanggil Bepe itu berharap semua kalangan mendukung penuh timnas meski saat ini konsentrasi masyarakat terpecah karena konsentrasi pada timnas U-23 yang saat ini turun di SEA Games 2011.

Thailand : Wasit Tidak Adil!

Manajer tim nasional Thailand U-23, Kasem Jaliyawatwong, menilai keputusan wasit kurang bijak karena terlalu mudah memberikan kartu kepada pemain, apalagi Thailand diganjar dengan dua kartu merah.

"Andai tidak ada kartu merah mungkin permainan akan berjalan dengan menarik. Wasit juga harusnya lebih bijak, jangan terlalu cepat memberikan kartu," kata Kasem saat jum...pa pers usai pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu.

Thailand pada pertandingan tersebut mengalami kekalahan 1-3 dari tuan rumah Indonesia sehingga menutup peluang ke semifinal.

Namun, ia mengakui selama pertandingan melawan Indonesia U-23, anak asuhnya kurang bisa mengontrol emosi mereka. Hal itu terlihat selama pertandingan ketika tim Thailand beberapa kali terlibat adu mulut dengan wasit dan pemain Indonesia.

"Pemain kami masih muda, banyak yang masih berusia sekitar 19 atau 20 tahun. Mereka belum bisa mengontrol emosi pada pertandingan," jelasnya.

Wasit asal Korea Kim Jong Hyeok memberikan dua kartu merah kepada pemain Thailand sehingga timnas Thailand U-23 harus berjuang dengan sembilan pemain dan akhirnya menyerah 1-3.

Theeraton Bunmathan mendapatkan kartu merah karena akumulasi kartu kuning, pada menit ke-13 karena menjatuhkan Andik Vermansyah saat melakukan penetrasi di sayap kanan. Lalu pada menit ke-65, Ekkasit Chaobut juga mendapatkan akumulasi kartu kuning.

"Saya sangat menghargai hasil kerja tim di pertandingan kali ini, terlepas dari hasil kekalahan yang kami alami. Saya sadar, kalau saya dan teman-teman ditonton oleh semua masyarakat di negeri kami namun kami belum bermain yang terbaik," jelas kapten Thailand Ronnachai Rangsiyo.

Sementara itu Kasem menekankan bahwa ini merupakan ajang persahabatan maka tidak masalah jika timnas Thailand harus tersisih. Menurutnya, anak asuhnya akan memberikan permainan terbaik mereka di pertandingan selanjutnya.

"Tidak masalah menang atau kalah, timnas Thailand akan tetap bermain dengan semangat tinggi," tambahnya.
Minggu, 13 November 2011

Tundukkan Thailand, Indonesia ke Semifinal

Jakarta - Tiket ke babak semifinal cabang sepakbola berhasil diraih Indonesia. Hasil tersebut didapat setelah 'Garuda Muda' memetik kemenangan atas Thailand dengan skor 3-1.

Di Stadion Utama Gelora Bung Karno, tiga gol keunggulan Indonesia datang dari Titus Bonai, Patrich Wanggai dan Ferdinan Sinaga. Sementara satu-satunya gol Thailand dilesakkan Ronnachai Rangsiyo, melalui eksekusi penalti.

Skuad besutan Rahmad Darmawan sesungguhnya bisa memetik kemenangan lebih besar andai bisa memanfaatkan banyak peluang yang dimiliki. Apalagi Thailand harus bermain dengan sembilan orang sejak menit 75.

Kemenangan ini membuat Indonesia memastikan satu tiket ke babak semifinal dengan poin sembilan dari tiga pertandingan. Okto Maniani cs masih harus menghadapi Malaysia di pertandingan terakhir Grup A pada Selasa (15/11/2011) untuk menentukan siapa berhak dengan status juara grup.

Sementara untuk Thailand, hasil ini memastikan kiprah mereka di ajang SEA Games terhenti di babak grup. Dari tiga pertandingan mereka punya poin tiga hasil sekali menang dan dua kali kalah.

Sumber : http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2011/11/13/195329/1766566/76/tundukkan-thailand-indonesia-ke-semifinal?b99110170

Persipura Memilih IPL

Persipura Jayapura yang masih bimbang dalam memastikan langkah untuk memilih berkiprah di Indonesian Premier League (IPL) atau Indonesian Super League (ISL) untuk musim kompetisi 2011/2012 nanti, akhirnya mengirimkan sinyal untuk bergabung dengan IPL.
...
Selama ini sikap hati-hati ditunjukkan oleh tim berjuluk Mutiara Hitam dalam menyikapi polemik dualisme kompetisi yang terjadi. Meski demikian, Benhur Tommy Mano (BTM), Ketua Umum Persipura, memberikan sinyal jika pihaknya akan segera merapat ke IPL. Hal itu tercermin dari pandangan BTM yang juga sebagai Walikota Jayapura, soal keinginan Persipura memilih kompetisi resmi PSSI.

"Karena Persipura anggota resmi PSSI, maka akan ikut liga di bawah PSSI. Bukan liga lainnya," tegasnya kepada Bola.net.

Pertimbangan utama BTM karena Boaz Solossa cs punya jatah tampil di Liga Champions Asia (LCA) musim 2012. Jatah tersebut merupakan hasil menjuarai ISL 2010/2011. Ia melanjutkan, "IPL sudah diakui oleh AFC dan Pemerintah. Kami tidak mau kehilangan kesempatan tampil di LCA."

Alasan lainnya, jumlah kontestan IPL kembali menjadi 18 tim. Sebelumnya, PSSI menetapkan IPL diikuti 24 tim. Namun, perkembangan terbaru menyebutkan IPL hanya diikuti 16 tim, setelah enam tim tetap setia ikut ISL di bawah pengelolaan PT Liga Indonesia.

"Hanya saja, yang masih saya sayangkan adalah enam tim yang tiba-tiba naik ke IPL. Ironisnya, PSSI masih saja tetap mempertahankannya," keluhnya.

Di sisi lain, BTM juga mempertanyakan surat balasan dari PSSI terkait tuntutan Persipura yang mengajukan surat mengikuti IPL.

"Saat itu kami keberatan dengan 24 tim peserta dan kepemilikan saham harus 99 persen untuk klub. Tapi, sampai sekarang PSSI belum membalas surat kami, " ujar BTM yang pernah bertugas sebagai Panpel Persipura.

Selanjutnya, BTM menegaskan jika tim yang diperkuat Zah Rahan Krangar dan kawan-kawan itu tidak mau masuk terlalu jauh dalam pusaran konflik dualisme kompetisi. "Kami tentu harus bersikap netral. Semua klub juga harus memiliki tekad untuk mengakhiri konflik ini. Karena itu, saya himbau segera terjadi rekonsiliasi," tutupnya.
Penanggung jawab tim nasional Indonesia, Bernhard Limbong tak akan buru-buru mendepak Pelatih Wim Rijsbergen. Evaluasi timnas senior akan dilakukan setelah semua pertandingan pra Piala Dunia usai.
...
"Evaluasi sih ada tapi nanti akan kami lakukan secara total setelah semua pertandingan kualifikasi Piala Dunia selesai," katanya.

Limbong menilai, kekalahan timnas senior atas Qatar tak terlepas dari beberapa faktor teknis yang dihadapi Indonesia sebelum pertandingan. Absennya Ricardo Salampesy yang kembali ke tanah air karena ayahnya meninggal juga jadi salah satu penyebab berubahnya kondisi tim.

Tidak bisa dimainkannya dua pemain naturalisasi, Greg Nwekolo dan Viktor Igbonefo diakui Limbong memiliki pengaruh besar terhadap performa timnas yang dicukur 4-0 oleh Qatar. Ia juga menyebut bomber andalan Cristian Gonzalez berada dalam kondisi tidak fit untuk dimainkan.

Menyangkut pemanggilan beberapa pemain veteran, Limbong memiliki alasan tersendiri."Sangat sulit bagi pelatih untuk menyertakan pemain-pemain muda karena kondisinya saat ini pemain yunior sedang terkonsentrasi di SEA Games," katanya.

Di tangan Wim Rijsbergen, tim nasional senior Indonesia tidak satupun meraih poin di ajang pra kualifikasi Piala Dunia 2014. Alih-alih mau mendapatkan satu poin saja, nasib Indonesia sangat mengenaskan setelah melakoni empat pertandingan dengan empat kekalahan pula.

Dibantai Iran 3-0 pada matchday pertama, duka Indonesia berlanjut ke tanah air saat kalah 2-0 dari Bahrain pada mathday kedua yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Belum sempat luka kedua terobati, pasukan Garuda kembali menelan kekalahan atas Qatar 2-3 juga di kandang sendiri.

Duka itu terus berlanjut saat Garuda dicabik-cabik 4-0 oleh Qatar pada matchday keempat yang berlangsung Stadion Jassim Bin Hamad, Doha, Qatar, Sabtu (12/11/2011). Dengan demikian, habislah sudah peluang Indonesia untuk melaju ke fase kualifikasi Piala Dunia selanjutnya.

PREVIEW Sea Games : Indonesia U23 vs Thailand U23

Pelatih tim nasional Indonesia, Rahmad Darmawan membidik poin sempurna untuk memastikan langkah ke semifinal. Sedangkan Thailand, menargetkan tiga poin demi menjadi persaingan dengan Malaysia.

Optimisme pun dilontarkan sayap lincah tim nasional Indonesia U-23, Oktovianus Maniani, jelang bentrok lawan pasukan yang komandoi oleh Prapol Pongpanich. Menurut Okto- panggilan Oktovianus- semangat tim tengah membumbung tinggi usai membungkam Singapura, 2-0, di SUGBK, Jumat (11/11).

"Thailand adalah tim yang bagus, namun kami siap menghadapi mereka dan membidik tiga poin untuk pertandingan nanti," ujar Okto kepada Bola.net.

"Soal mencetak gol, itu tidak terlalu penting buat saya. Namun, yang penting tim ini bisa meraih kemenangan," Okto menambahkan.

Rahmad juga sangat mewaspadai Thailand. Berdasarkan penilaiannya, Thailand disebutkan memiliki kekuatan di barisan depan karena memiliki pemain berpostur tinggi.

"Selain itu, para pemain Thailand punya kematangan bermain dan penguasaan bola yang baik," kata Rahmad.

Karena itu, Rahmad akan mensiasati kebugaran pemain dengan program latihan yang proporsional. Itu supaya fisik pemain tidak terkuras saat menjalani pertandingan.

"Untuk Stevie Bonsapia (bek kanan), masih belum bisa dipastikan bermain atau tidak. Pasalnya, dia masih belum benar-benar pulih dari sakit lambung" timpalnya.

Di bagian lainnya, Thailand juga tidak kalah antusias dalam menyambut pertandingan krusial menghadapi tim nasional Indonesia. Apalagi, masyarakat Thailand yang baru berduka akibat terjangan bajir, berharap kabar baik yang diberikan Ronnachai Rangsiyo dan kawan-kawan.

"Meski Indonesia tim yang tangguh, namun kami harus terus maju karena kesempatan kami untuk lolos masih terbuka lebar. Syarat utamanya, kami terus bisa meraih kemenangan pada pertandingan yang ada," kata manajer tim Thailand, Kasem Jariyawatwong.

Prakiraan Susunan Pemain Indonesia vs Thailand

Indonesia U-23 :
Kurnia Meiga, Hasyim, Rahman, Gunawan, Diego, Ferdinan Sinaga, Dirga Lasut, Egi Melgiansyah, Okto Maniani, Patrich Wanggai, Titus Bonai ..

... Thailand U-23 :
Ukril, Komkrit, Kaewsooktae, Jantakol, Kayem, Donchul, Attapong, Yooyen, Kroekrit, Krisorn, Rangsiyo

Ferdinand Sinaga Utamakan Kemenangan Tim

Indonesia akan bertemu Thailand, Minggu, 13 November 2011.
Sebagai salah penyerang timnas U-23, Ferdinand Sinaga tidak mau egois. Pemain kelahiran Bengkulu, 18 September 1988 itu lebih mengutamakan kemenangan timnya daripada ambisi untuk mencetak gol ke gawang lawan.

... Hal itu diungkapkan Ferdinand saat ditemui usai latihan di Lapangan C, Senayan, Jakarta, Sabtu, 12 November 2011. Ferdinand menegaskan kemenangan tim adalah hal yang terpenting baginya di setiap pertandingan.

"Bagi saya, kemenangan tim itu yang paling utama. Kalau mengejar gol saja, itu namanya egois," kata Ferdinand sesaat sebelum memasuki bus timnas.

Ferdinand sudah dua kali tampil sebagai starter saat timnas U-23 berlaga di SEA Games 2011. Di laga perdana, Indonesia berhasil mengalahkan Kamboja dengan skor telak 6-0. Sementara itu, di laga kedua, Indonesia menang 2-0 atas Singapura.

Dalam dua laga ini, beberapa kali Ferdinand yang sudah berdiri bebas justru tidak mendapat umpan dari rekan-rekannya. Raut kekecewaan pun tak bisa disembunyikannya. Namun, ini hanya berlangsung singkat. Setelah itu, Ferdinand tetap bermain sepenuh hati dalam membantu serangan Garuda Muda.

"Bagi saya, siapa pun yang mencetak gol itu sama saja. Yang penting tim bisa menang di tiap pertandingan," katanya.

Mengenai persiapan lawan Thailand, Ferdinand tetap bertekad memberikan yang terbaik bagi timnas. "Thailand adalah tim yang kuat dan kompak dalam bermain. Kami harus waspada dan tidak terlena dengan dua kemenangan sebelumnya," ujarnya.

Indonesia saat ini masih berada di puncak klasemen Grup A dengan koleksi 6 poin. Selanjutnya, Indonesia akan berhadapan dengan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Minggu, 13 November 2011.

Timnas U-23

Tim nasional Indonesia U-23 dihadapkan masalah pelik jelang pertandingan melawan Thailand, Minggu (13/11/2011). Selain persoalan fisik yang tidak bisa maksimal 100 persen, dua bomber andalan “Merah Putih”, Patrich Wanggai dan Titus Bonai, dalam kondisi tidak fit.
...
“Wanggai masih memar, sedangkan Titus Bonai sakit demam jadi tidak bisa latihan hari ini. Kami akan lihat kondisinya apakah memungkinkan untuk tampil besok,” kata Pelatih Rahmad Darmawan usai memimpin sesi latihan di Lapangan C, Sabtu (12/11/2011) pagi.

Tibo tidak terlihat mengikuti latihan tadi pagi. Sementara Wanggai masih terlihat lemas. Penyerang Persidafon Dafonsoro itu mengalami cedera usai melawan Singapura kemarin. Selepas pertandingan, Wanggai berjalan pincang serta kaki kirinya dikompres. Meski demikian, penyerang asal Papua itu kemungkinan besar akan tampil pada pertandingan nanti.

“Enggak apa-apa. Dia bisa tampil besok,” kata dokter timnas Erwin Christianto.

Sebuah kerugian besar bila kedua penyerang itu sampai absen pada pertandingan nanti. Kedua pemain asal Papua itu tampil impresif dalam dua pertandingan terakhir. Wanggai untuk sementara menjadi pencetak gol terbanyak timnas U-23 dengan tiga gol, sedangkan Tibo telah mengemas dua gol dan satu asis.

Alasan PSSI atas kekalahan Timnas

Penanggung jawab tim nasional Indonesia, Bernhard Limbong menilai kekalahan timnas senior atas Qatar tak terlepas dari beberapa faktor teknis yang dihadapi Indonesia sebelum pertandingan. Absennya Ricardo Salampesy yang kembali ke tanah air karena ayahnya meninggal juga jadi salah satu penyebab berubahnya kondisi tim.
...

Tidak bisa dimainkannya... dua pemain naturalisasi, Greg Nwekolo dan Viktor Igbonefo diakui Limbong memiliki pengaruh besar terhadap performa timnas yang dicukur 4-0 oleh Qatar. Ia juga menyebut bomber andalan Cristian Gonzalez berada dalam kondisi tidak fit untuk dimainkan.

"Jadi kekalahan itu itu adalah akumulasi dari semua kendala tersebut. Pelatih Wim Rijsbergen sendiri akhirnya tidak bisa menerapkan skenario yang sebenarnya sudah dirancang saat masih latihan di tanah air," ujar Limbong kepada Tribunnews.com, Sabtu (12/11/2011).
Bertandang ke Doha, tim Garuda tertekan sejak babak pertama. Tim nasional Qatar mencetak gol pertama lewat kaki Muhammed Razak di menit ke-30. Gol ini bermula saat pemain Indonesia, Boaz Solossa salah mengoper bola. Maksud hati ingin mengoper ke teman, bola malah jatuh ke kaki pemain Qatar.

Pemain Qatar pun menyerang. Sebuah umpan cantik disambut dengan sempurna oleh Razak lewat tendangan first time. Kiper Hendro yang sebenarnya sudah membaca arah bola tak mampu menjangkau. Alhasil Indonesia ketinggalan.

Belum lagi bisa mengatur ritme untuk mengejar ketinggalan, tim nasional Indonesia malah kebobolan lagi. Qatar mendapat hadiah penalti di menit ke-34. Penalti bermula dari Hamka Hamzah yang dianggap wasit melanggar Hussain Ali di dalam kotak penalti. Kapten timnas senior Bambang Pamungkas sempat mempertanyakan keputusan wasit. Namun, Wasit bersikeras itu merupakan pelanggaran.

Eksekusi penalti diambil Ibrahim Khalfan. Dengan kaki kanan, Ibrahim Khalfan sukses mengeksekusi setelah mengecoh Hendro Kartiko salah membaca arah bola. Tendangan keras Ibrahim membawa Qatar unggul 2-0 atas Indonesia.

Di menit ke-37 Indonesia nyaris membuat gol. Boaz yang membawa bola dari kanan pertahanan Qatar melepaskan umpan silang ke kotak penalti. Sucipto menyambut, namun tendangannya yang sudah nyaris masuk ke gawang berhasil ditendang keluar oleh pemain belakang Qatar.

Di menit ke-66 Qatar menambah gol jadi 3-0. Gol diciptakan Ibrahim Khaflan dari luar kotak penalti. Tendangan mendatar Khalfan tak mampu ditangkap kiper gaek yang diturunkan Wim, Hendro Kartiko.

Andreas Quintan akhirnya menambah luka Indonesia semakin dalam. Pemain pengganti ini mencetak gol keempat, dan memaksa Hendro Kartiko memungut bola.